Sunday, 19 July 2020

Siklus Menstruasi / Haid

1.    Apa Itu Menstruasi

menstruasi atau haid ialah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium (sarwono : 2010).

Menstruasi atau haid atau kadang juga disebut sebagai datang bulan adalah perdarahan uterus secara periodik dan siklus yang normal terjadi pada wanita yang telah puber. proses ini juga terjadi dengan disertai pelepasan endometrium. Secara umum, lama siklus menstruasi adalah 28 hari, dengan lama menstruasi adalah 4 hingga 6 hari. Jumlah darah yang keluar rata-rata sebanyak 20-60 mililiter.

 

2.     Siklus Mentruasi

Panjang siklus menstruasi ialah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya menstruasi berikutnya. hari mulainya dinamakan hari pertama siklus karenajam mulainya menstruasi tidak diperhitungkan dan tepatnya waktu keluar haid dari ostium uteri eksternum tidak dapat diketahui, maka panjang siklus mengandung kesalahan ± 1 hari.

Panjang siklus menstruasi normal atau di anggap sebagai siklus menstruasi yang klasik ialah 28 hari, tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. juga pada kakak beradik bahkan saudara kembar siklusnya tidak sama.

lama haid biasanya antara 3-5 hari ada yang 1-2 hari diikuti darah sedikit-sedikit kemudian dan ada yang sampai 7-8 hari. Pada setiap wanita biasanya lama haid itu tetap.

 

3.     Fase Apa Saja yang Terjadi Selama Menstruasi?

Meski terjadi secara rutin, mungkin masih banyak wanita yang belum mengetahui secara detail mengenai proses menstruasi terjadi. Proses menstruasi dibagi empat fase, antara lain:

a.    Fase Menstruasi / deskuamasi

Pada fase ini, lapisan dinding dalam rahim yang mengandung darah, sel-sel dinding rahim, dan lendir atau dikenal dengan endometrium akan luruh dan keluar melalui vagina. Fase ini akan dimulai sejak hari pertama siklus menstruasi dimulai dan dapat berlangsung dari selama 4 hingga 6 hari. Pada tahapan ini, biasanya wanita akan merasakan gejala seperti nyeri di perut bawah dan punggung karena rahim berkontraksi untuk membantu meluruhkan endometrium.

b.    Fase Folikular

Tahapan ini berlangsung sejak hari pertama menstruasi sampai memasuki fase ovulasi. Pada tahapan ini, ovarium akan memproduksi folikel yang berisi sel telur. Pertumbuhan folikel ovarium kemudian akan menyebabkan endometrium menebal. Fase ini biasanya terjadi pada hari ke-10 dari 28 hari dalam sebuah siklus menstruasi. Lama waktu yang dihabiskan pada tahapan ini akan menentukan berapa lama siklus menstruasi seorang wanita berlangsung nantinya.

c.    Fase Ovulasi

Pada fase ovulasi, sel telur kemudian akan dilepaskan untuk dibuahi. Sel telur yang telah matang kemudian akan bergerak ke tuba fallopi dan menempel di dinding rahim. Sel telur ini umumnya hanya bertahan selama 24 jam. Apabila tidak dibuahi, sel telur akan mati. Namun, jika sel telur bertemu dengan sperma dan sudah dibuahi, akan terjadi kehamilan. Fase ovulasi sendiri akan menandai masa subur wanita dan biasanya terjadi sekitar dua minggu sebelum siklus menstruasi berikutnya dimulai.

d.   Fase Luteal

Setelah fase ovulasi, folikel yang telah pecah akan mengeluarkan sel telur akan membentuk korpus luteum, yang kemudian akan memicu peningkatan hormon progesteron untuk mempertebal lapisan dinding rahim. Ini juga dikenal dengan fase pramenstruasi. Pada tahap ini, biasanya akan terjadi beberapa gejala yang terjadi, mulai dari payudara membesar, muncul jerawat, badan terasa lemas, menjadi mudah marah atau emosional.

Proses menstruasi ini akan terus berputar, hingga seorang wanita mengalami menopause.

 

4.    Gejala-Gejala Apa Saja yang Terjadi Selama Menstruasi?

Terdapat beberapa tanda yang umum terjadi, antara lain:

a.    Perut terasa tidak nyaman, mual, dan panas.

b.    Terasa sedikit nyeri saat buang air kecil.

c.    Tubuh terasa lemas.

d.   Sakit kepala atau pusing.

e.    Keputihan.

f.     Radang pada vagina.

g.    Gatal-gatal pada kulit.

h.    Mood mudah berubah.

i.      Nyeri dan bengkak pada payudara.

j.      Jerawat bermunculan. 

5.    Cara untuk Mengtasi Gejala yang Mengganggu Selama Proses Menstruasi

Karena menstruasi secara umum menyebabkan gejala yang cukup mengganggu, maka seorang wanita perlu melakukan beberapa hal untuk mengurangi gejalanya. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

a.    Kompres bagian bawah abdomen dengan botol berisi air panas atau bantal pemanas untuk meredakan nyeri yang terjadi.

b.    Minum air putih banyak, dan pastikan hindari menghindari terlebih dahulu konsumsi garam dan minuman yang berkafein untuk mencegah pembengkakan dan retensi air.

c.    Lakukan olahraga secara teratur.

d.   Makan makanan yang bergizi seimbang dan pastinya kaya akan zat besi dan kalsium.

e.    Konsumsi vitamin E sebanyak 400 miligram, karena ini bisa mencegah peradangan dan meningkatkan respon kekebalan tubuh.

f.     Lakukan aktivitas yang dapat meredakan stres.

 

6.    Kapan Harus ke Dokter?

Terdapat beberapa gejala yang perlu kamu tanggapi serius selama menstruasi. Pasalnya, gejala ini bisa saja merupakan gejala awal dari penyakit yang lebih parah. Beberapa tanda menstruasi yang tidak normal, antara lain:

a.    Siklus yang berlangusng lebih lama, yaitu hungga 31 hingga 35 hari tiap bulannya.

b.    Darah yang keluar bukan seperti darah pada menstruasi pada umumnya.

c.    Menstruasi yang terjadi selama tujuh hari atau bahkan lebih.

d.   Jumlah darah yang keluar sangat banyak bahkan membuatmu harus mengganti pembalut setiap satu atau dua jam.

e.    Nyeri sebelum atau saat haid yang berlebihan hingga membuat aktivitasmu terganggu.

f.     Terdapat gumpalan darah dalam jumlah besar.

g.    Tidak mengalami haid selama tiga bulan.

h.    Kram berlebihan saat haid.

Jika gejala di atas kamu alami, segera hubungi dokter untuk mengetahui penanganan selanjutnya. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

 

Prawirohardjo, Sarwono (2010). Ilmu Kandungan. Jakarta : PT Bina Pusaka Sarwono Prawirohardjo

Thursday, 16 July 2020

Keputihan / flour albuse


1. Pengertian
Keputihan (fluor albus) adalah gejala gangguan alat kelamin yang dialami oleh wanita, berupa keluarnya cairan putih kekuningan atau putih kelabu dari Miss V.
Keputihan atau Fluor Albus atau Leukorea merupakan sekresi vaginal pada wanita. Keputihan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). Keputihan fisiologis adalah keputihan yang biasanya terjadi setiap bulannya, biasanya muncul menjelang menstruasi atau sesudah menstruasi ataupun masa subur. Keputihan patologis dapat disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Penyebab umum keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.
Istilah keputihan acap kali digunakan sebagai referensi umum untuk sekresi vaginal, baik yang normal maupun abnormal. Karena tidak ada istilah lain dalam bahasa Indonesia yang umum dipakai untuk sekresi vaginal. Hal ini menimbulkan kerancuan di masyarakat.Penyebab

2. Gejala
Keputihan normal (fisiologis), sebenarnya tidak berwarna putih dan tidak cocok disebut keputihan, banyak dipengaruhi oleh sistem hormonal, sehingga banyak sedikitnya sekret/cairan vagina sangat bergantung pada siklus bulanan dan stress yang juga dapat mempengaruhi siklus bulanan itu sendiri.
a. Cairan sekresi berwarna bening, tidak lengket dan encer.
b. Tidak mengeluarkan bau yang menyengat.
c. Gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid dan tanda masa subur pada wanita tertentu.
d. Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri.
e. Gadis muda kadang-kadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.
f. Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.
g. Pada wanita hamil keputihan lebih sering timbul, karena pada ssat wanita hamil, maka kekebaln tubuhnya akan menurun.
h. Pada waktu menopause dimana keseimbangan hormonalnya terganggu.
i. Pada orang tua dimana kekebalan tubuhnya sudah menurun dapat pula timbul Keputihan

Keputihan abnormal (patologis)
a. cairan berwarna putih pekat, putih kekuningan, putih kehijauan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, lengket dan kadang-kadang berbusa.
b. cairan ini mengeluarkan bau yang menyengat.
c. Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya serta dapat mengakibatkan iritasi pada vagina.
d. Merupakan salah satu ciri-ciri penyakit infeksi vagina yang berbahaya seperti HIV, Herpes, Candyloma.

Pada umumnya keputihan yang perlu diwaspadai ketika berwarna kuning atau hijau keabu-abuan, berbau tidak enak, jumlahnya banyak, dan menimbulkan rasa tidak nyaman seperti gatal dan rasa terbakar.
Pada beberapa kondisi juga terdapat keluhan berkemih maupun saat berhubungan intim. Jika infeksi sudah cukup parah, gejala sistemik seperti demam, mual, dan muntah juga dapat muncul.  

3. Penyebab
Penyebab keputihan secara umum adalah:
a. Ketidakseimbangan hormon
b. Gejala suatu penyakit tertentu
c. Rusaknya keseimbangan biologis dan keasaman (pH) lingkungan vagina.

Hal-hal yang bisa terjadinya infeksi
a. Sering memakai tissue saat membasuh bagian kewanitaan, sehabis buang air kecil maupun buang air besar
b. Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis (bukan katun), sehingga berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur
c. Sering menggunakan toilet umum yg kotor
d. Tidak mengganti panty liner
e. Membilas vagina dari arah yang salah, yaitu dari arah anus ke arah depan vagina
f. Sering bertukar celana dalam/handuk dengan orang lain
g. Kurang menjaga kebersihan vagina
h. Kelelahan yang amat sangat
i. Stres
j. Tidak segera mengganti pembalut saat menstruasi
k. Sering membasuh vagina, yang harus dibasuh adalah vulva (bagian yang menggembung) dan bukan vaginanya
l. Tidak mejalani pola hidup sehat (makan tidak teratur, tidak pernah olahraga, tidur kurang)
m. Lingkungan sanitasi yang kotor.
n. Sering mandi berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.
o. Sering berganti pasangan dalam berhubungan seks
p. Kadar gula darah tinggi
q. Sering menggaruk vagina

Sedangkan dengan memperhatikan cairan yang keluar, kadang-kadang dapat diketahui penyebab keputihan.
a. Infeksi kencing nanah, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan.
b. Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.
c. Keputihan akibat jamur Candida albicans, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna putih seperti susu,cairan kental,  bau tak sedap dan sangat gatal, terkadang dapat menimbulkan radang pada vagina sehingga kelihatan kemerahan.
d. Keputihan akibat bakteri Vaginosis atau Gardnerella, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna abu-abu, tidak terlalu kental,  cairan berbuih, mengeluarkan bau yang amis, dan gatal yang mengganggu.
e. Keputihan akibat parasit Trichomonas vaginalis, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna kehijauan atau kuning,  cairan berbuih dan bau amis, tidak menimbulkan gatal, tetapi saat ditekan, vagina akan terasa sakit. keputihan ini dapat ditularkan melalu hubungan seks yang tidak sehat, perlengkapan kamar mandi atau kloset.
f. Keputihan akibat virus, Keputihan jenis ini dapat diakibatkan oleh virus, HIV, Herpes atau Candyloma. keputihan yang diakibatkan oleh jenis ini dapat memicu kanker rahim, pada keputihan herpes biasanya disertai tanda-tanda herpes seperti luka yang melepuh, sedangkan pada keputihan candyloma disertai tanda-tanda candyloma berupa kutil-kutil yang tumbuh di vagina atau rahim. Penyakit herpes atau candyloma terkadang tidak terdeteksi secara dini, karena umumnya tanda-tandanya tidak mudah terlihat, karena muncul di dalam vagina.

4. Pengobatan
Dokter sering kali memerintahkan pasien datang ke Laboratorium Klinik untuk dilakukan kultur terhadap ambilan sekret keputihan. Dari biakan kultur, dapat diketahuinya antibiotik yang tepat untuk mengobatinya, terutama untuk E. coli, Klebsiela sp dan Pseudomonas sp yang sering resiten terhadap beberapa jenis antibiotik tertentu. Resistensi ini dapat berubah-ubah sejalan dengan waktu dan dapat berbeda resistensinya pada orang yang berlainan.
Kadang-kadang keputihan dapat juga bersamaan dengan Infeksi saluran kemih, karena itu perlu dibedakan apakah hanya keputihan saja atau keduanya. Jika sulit buang air kecil atau terasa anyang-anyangan atau merasa ada air seni yang tertinggal atau merasa tidak tuntas, maka ini adalah tanda kemungkinan terjadinya infeksi saluran kemih. Jika juga disertai dengan adanya keputihan, maka bisa ditangani oleh Dokter Spesialis Urologi (SpU). Jika hanya keputihan saja dapat ke Dokter Spesialis Kandungan (SpOG), Dokter Spesialis Penyakit Dalam (SpPD) atau dokter umum. Dengan hasil kultur, dokter akan mengobati penyakit dengan antibiotik yang sesuai.

5. Diagnosis Keputihan
Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik, dan terutama dengan pemeriksaan penunjang seperti swab dan kultur cairan dari Miss V.

6. Pencegahan Keputihan
Dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan kebersihan daerah kewanitaan, hindari kondisi lembap, hindari memakai pakaian yang terlalu ketat, jangan berganti pasangan seksual.

7. Refrensi
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Keputihan

Wednesday, 15 July 2020

Disminorea / dilep / nyeri perut haid

Disminorea atau nyeri haid mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita-wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Karena gangguan ini sifatnya subyektif, berat atau intensitasnya sukar dinilai. Walaupun frekuensi disminorea cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal, namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan dengan memuaskan.

Oleh karena hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak diperut bagian bawah sebelum dan selama haid dan sering kali rasa mual maka istilah disminorea hanya dipakai jika nyeri haid demekian hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari untuk beberapa jam atau beberapa hari.m

Pengertian

Nyeri haid atau dismenore adalah nyeri atau kram di perut bagian bawah, yang muncul sebelum atau sewaktu menstruasi. Pada sebagian wanita, dismenore dapat bersifat ringan, namun pada sebagian lain, dismenore bisa berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dismenore ditandai oleh kram di bagian bawah perut. Kondisi tersebut normal terjadi setiap bulan dan tidak perlu dikhawatirkan, karena merupakan proses yang terjadi secara alami di rahim wanita. Seiring bertambahnya usia, dismenore juga akan menghilang secara bertahap.

Gejala

Nyeri haid dapat muncul 1-2 hari sebelum menstruasi atau pada hari-hari awal menstruasi, dan hal tersebut merupakan sesuatu yang normal terjadi. Gejalanya adalah kram di bagian bawah perut, yang terkadang menjalar hingga ke punggung bagian bawah dan paha. Kram terasa ringan namun konstan, dan berlangsung hingga 3 hari. Nyeri ini akan berangsur-angsur hilang seiring bertambahnya usia, terlebih setelah memiliki anak.

Pada beberapa orang, nyeri haid dapat terasa berlebihan. Nyeri ini berlangsung lebih lama dibandingkan nyeri haid normal, yaitu mulai lebih awal dari haid dan tidak hilang walaupun haid sudah berakhir. Saat menstruasi, rasa nyeri ini juga terasa lebih buruk. Nyeri yang seharusnya mulai menghilang seiring bertambahnya usia, malah muncul di usia 30-45 tahun. Nyeri haid berlebihan ini bisa disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Menstruasi tidak lancar
  • Perdarahan dari vagina saat tidak haid
  • Keputihan
  • Rasa sakit saat berhubungan intim.

Segera periksakan diri ke dokter jika nyeri haid terasa berlebihan hingga mengganggu aktivitas, bertambah parah, atau baru dialami setelah usia 25 tahun. Anda juga disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter kandungan bila terjadi kondisi berikut:

  • Nyeri dirasakan setelah pemasangan
  • Nyeri disertai mual, muntah, atau diare.
  • Nyeri haid berlebihan selama tiga siklus berturut-turut.
  • Keluar gumpalan darah dari vagina.
  • Nyeri di panggul meski tidak sedang menstruasi.

Kram perut atau nyeri panggul yang muncul tiba-tiba bisa menjadi tanda adanya infeksi di organ reproduksi. Bila tidak segera diatasi, infeksi tersebut dapat merusak organ dan menyebabkan kemandulan. Oleh karena itu, segeralah berobat ke dokter bila mengalami gejala infeksi di organ reproduksi, seperti demam, nyeri yang berlebihan atau muncul mendadak di daerah panggul, dan keputihan.

Penyebab

Dismenore atau nyeri haid merupakan kondisi normal yang dialami oleh wanita setiap bulannya, dan tidak perlu dikhawatirkan. Nyeri ini muncul akibat kontraksi otot rahim, untuk melepaskan dan mengeluarkan lapisan dalam dinding rahim yang disebut endometrium. Kontraksi ini membuat pembuluh darah terjepit, sehingga pasokan oksigen ke rahim berkurang dan timbul rasa nyeri.

Tidak semua wanita mengalami nyeri haid. Ada sejumlah faktor yang membuat seorang wanita lebih berisiko mengalami nyeri haid, yaitu:

  • Berusia di bawah 30 tahun
  • Memiliki ibu atau saudara perempuan yang juga mengalami nyeri haid
  • Menstruasi tidak lancar
  • Sudah mengalami pubertas sebelum usia 11 tahun
  • perdarahan yang berlebihan saat menstruasi
  • Memiliki kebiasaan merokok.

Sedangkan nyeri haid yang berlebihan bisa disebabkan oleh adanya suatu penyakit pada organ reproduksi, seperti:

  • Endometriosis, yaitu kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim, misalnya di tuba falopi (saluran telur) atau ovarium (indung telur).
  • Adenomiosis, yaitu kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh ke dalam otot dinding rahim.
  • Miom, yaitu tumor jinak pada dinding rahim.
  • Radang panggul, akibat infeksi pada organ reproduksi wanita yang sudah menyebar di dalam rongga panggul.
  • Penyempitan leher rahim, yang menyebabkan darah menstruasi tidak bisa mengalir keluar dari rahim

Pengobatan

Nyeri haid yang normal dapat ditangani sendiri di rumah tanpa bantuan dokter. Anda bisa melakukan beberapa langkah sederhana berikut ini untuk mengurangi nyeri haid:

  • Memijat dan mengompres hangat area perut yang sakit.
  • Berolahraga ringan, seperti berjalan santai atau bersepeda.
  • Melakukan relaksasi, misalnya dengan yoga atau pilates.
  • Mandi air hangat.
  • Mengonsumsi suplemen yang mmmengandung vitamin E, vitamin B6, omega 3, dan magnesium.

Bila nyeri tidak juga mereda, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas tanpa resep, misalnya paracetamol. Jika Anda adalah perokok, segeralah berhenti merokok.

Apabila nyeri haid dirasa berlebihan, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Dokter akan mencari tahu apakah ada penyakit yang menyebabkan nyeri haid tersebut, kemudian memberikan pengobatan sesuai dengan penyebabnya. Beberapa cara yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan nyeri haid adalah:

Dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)seperti asam mefenamat, untuk meredakan nyeri haid. Selain obat pereda nyeri, dokter dapat meresepkan pil KB untuk mengurangi ketebalan lapisan dalam dinding rahim, sehingga otot rahim tidak perlu berkontraksi secara berlebihan. 

Pembedahan

Tindakan operasi dilakukan jika nyeri haid disebabkan oleh endometriosis atau miom. Operasi pengangkatan rahim dapat menjadi pilihan jika metode lain tidak berhasil meredakan nyeri haid. Namun perlu diingat, operasi pengangkatan rahim (histerektomi) ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan, misalnya jika penderita sudah tidak lagi berencana untuk hamil.

Di samping metode di atas, dokter dapat menganjurkan pasien untuk menjalani terapi TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation). TENS dilakukan dengan mengalirkan arus listrik ringan ke saraf di area panggul, untuk menghalangi sinyal rasa sakit.

Monday, 6 July 2020

KPD ketuban pecah dini

KPD Ketuban Pecah Dini

Batasan

Ketuban pecah 1 jam kemudian tidak di ikuti tanda-tanda awal persalinan

Patofisiologi

1. Korio amnionitis menyebabkan selaput ketuban jadi rapuh

2. Inkompetensia serviks yakni kanalis servikalis yang selalu terbuka oleh karena kelainan pada serviks uteri ( akibat persalinan atau tindakan kuret)

3. Kelainan letak sehingga tidak ada bagian terendah anak yang menutup pintu atas panggul (PAP), yang dapat mengurangi tekanan terhadap membran bagian bawah

4. Trauma yang menyebabkan tekanan intra uterin (intra amniotic) mendadak meningkat

Cara Pemeriksaan / Diagnosis

Bila air ketuban keluar banyak dan mengandung mekonium / verniks maka diagnosis inpeksi mudah ditegakkan tapi bila ke luar cairan sedikit maka diagnosis harus didasarkan pada :

1. Anamnesis

A. Kapan keluar cairan

B. Warna

C. Bau

D. Adakah partikel-partikel didalam cairan (laguno vernix)

2. Inspeksi

Keluar cairan pervaginam

3. Inspekulo

Bila fundus ditekan atau bagian terendah digoyangkan, ke luar cairan dari ostium uteri dan terkumpul pada forniks posterior

4. Periksa Dalam

A. Ada cairan dalam vagina

B. Selaput ketuban sudah tak ada lagi

5. Pemeriksaan Lab

A. Kertas lakmus : reaksi basa (lakmus merah berubah jadi biru)

– kortikosteroid untuk merangsang maturasi paru (betametason 12mg iv 2x selang 24jam)

B. Mikroskopik

– tampak lanugo, verniks caseosa (tidak selalu dikerjakan)

Bila dengan cara diatas ternyata ketuban sudah pecah, maka diambil ketemtuan sebagai berikut :

1. Saat ketuban pe ah ditentukan berdasarkan anamnesis pasti tentang kapan ketuban pecah

2. Kalau anamnesis tidak pasti, maka saat ketuban pecah adalah saat penderita masuk kamar bersalin

Diagnosis Banding

1. Cairan dalam vagina bisa urine / flour albuse

2. Hind water and fore water rupture of the membrane pada kedua keadaan ini tidak ada oerbedaan penatalaksanaanya

Penyulit

1. Infeksi intra uterin, kematian perinata. Meningkat dari 17% menjadi 68% apabila ketuban sudah oecah 48jam anak belum lahir

2. Tali pusat menumbung

3. Persalinan preterm

4. Amniotic band syndrome yakni kelainan bawaan akibat ketuban pecah sejak hamil muda

Penatalaksanaan

I. KPD dengan kehamilan Aterm

1. Diberikan antibiotik

2. Observasi suhu rektal tidak meningkat, ditunggu 24jam, bila belum ada tanda-tanda inpartu dilakukan terminasi

3. Bila saat datang sudah lebih dari 24jam, tidak ada tanda-tanda inpartu dilakukan terminasi

II. KPD dengan kehamilan Prematur

1. EFW > 1500gram

a. Ampiciline 1gr/hr tiap 6jam, im/iv selama 2hari dan gentamycine 60-80mg tiap 8-12jam sehari selama 2hari

b. Kortikosteroid untuk merangsang maturasi paru (bethametasone 12mg iv 2x selang 24jam)

c. Observasi 2×24 jam kalau belum inpartu segera terminasi

d. Observasi suhu rektal tiap 3jam bila ada kecenderungan meningkat >37,6 c segera terminasi

2. EFW kurang dari 1500 (<1500g)

a. Observasi 2×24 jam

b. Observasi suhu rektal tiap 3jam

c. Pemberian antibiotik / kortikosteroid ( sama dengan atas )

d. VT selama obeservasi tidak dilakukan kecuali ada his / inpartu

e. Bila T rektal meningkat >37,6 C segera terminasi

f. Bila 2×24 jam cairan tidak keluar lakukan USG : bagaimana jumlah air ketuban bila jumlah air ketuban cukup kehamilan dilanjutkan perawatan ruangan s/d 5hari bila jumlah air ketuban minimal segera terminasi

g. Bila 2×24 jam cairan ketuban masih keluar segera terminasi

h. Bila konservatif sebelum pulang penderita diberi KIE : 

– Segera kembali ke RS bila ada tanda-tanda demam atau keluar cairan lagi

– Tidak boleh coitus (berhubungan)

– Tidak boleh manipulasi vaginal

Terminasi persalinan yang dimaksud di atas adalah : 

1. Induksi persalinan dengan memakai drip oxytocin (5u/ 500cc D5%) bila persyaratan klinis (USG dan NST) memenuhi

2. Seksio sesar bila persyaratan untuk drip oxytocin tidak terpenuhi (ada kontra indikasi) atau drip oxytocin gagal

III. KPD yang dilakukan induksi

1. Bila 12jam belum ada tanda-tanda awal persalinan dengan atau belum keluar dari fase laten induksi dinyatakan gagal dan persalinan diselesaikan dengan seksio sesar

2. Bila dengan 2botol (@5U/500 cc D5%) dengan tetesan maximum, belum inprartu atau belum keluar dari fase laten induksi dinyatakan gagal persalianan diselsaikan dengan SC

IV. KPD yang sudah inpartu

1. Evaluasi setelah 12 jam harus keluar dari fase laten, bila belum keluar dari fase laten dilakukan akselerasi persalinan dengan drip oxytocin atau terminasi dengan SC bila ada kontra indikasi untuk drip oxytocin

2. Bila pada fase laten didapat tanda-tanda fase laten memanjang maka dilakukan akselerasi persalinan dengan drip oxytocin atau terminasi dengan SC bila ada kontra indikasi drip oxytocin

Catatan

1. Evaluasi persalinan setelah masuk fase aktif sesuai dengan persalinan yang lain (kurve friedman)

2. Pada keadaan ketuban pecah pada fase laten (inpartu) maka penatalaksanaan seperti KPD inpartu dihitung mulai saat pecahnya ketuban

Daftar Pustaka

Cunningham, Gant, Leveno, Gilstrap III, Wenstrom, Wiliam Obstetrics.21st Ed, 2001

Friedman, Acker, Sachs. Obstetrical Decision Making. Second Ed.p 170 Manly, Graphic Asian Edition, 1998

Kebijakan Pelayanan Obstetri dan Ginekologi Lab / UPF Kebidanan Kandungan FK Unair / RSUD Dr. Soetomo Surabaya, 1982

Askeb ANC Covid

  BAB III TINJAUAN KASUS 3.1     Pengkajian Hari / tanggal    : Senin, 20 Mei 2021                                           Jam   : 1...