Sunday, 19 July 2020

Siklus Menstruasi / Haid

1.    Apa Itu Menstruasi

menstruasi atau haid ialah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium (sarwono : 2010).

Menstruasi atau haid atau kadang juga disebut sebagai datang bulan adalah perdarahan uterus secara periodik dan siklus yang normal terjadi pada wanita yang telah puber. proses ini juga terjadi dengan disertai pelepasan endometrium. Secara umum, lama siklus menstruasi adalah 28 hari, dengan lama menstruasi adalah 4 hingga 6 hari. Jumlah darah yang keluar rata-rata sebanyak 20-60 mililiter.

 

2.     Siklus Mentruasi

Panjang siklus menstruasi ialah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya menstruasi berikutnya. hari mulainya dinamakan hari pertama siklus karenajam mulainya menstruasi tidak diperhitungkan dan tepatnya waktu keluar haid dari ostium uteri eksternum tidak dapat diketahui, maka panjang siklus mengandung kesalahan ± 1 hari.

Panjang siklus menstruasi normal atau di anggap sebagai siklus menstruasi yang klasik ialah 28 hari, tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. juga pada kakak beradik bahkan saudara kembar siklusnya tidak sama.

lama haid biasanya antara 3-5 hari ada yang 1-2 hari diikuti darah sedikit-sedikit kemudian dan ada yang sampai 7-8 hari. Pada setiap wanita biasanya lama haid itu tetap.

 

3.     Fase Apa Saja yang Terjadi Selama Menstruasi?

Meski terjadi secara rutin, mungkin masih banyak wanita yang belum mengetahui secara detail mengenai proses menstruasi terjadi. Proses menstruasi dibagi empat fase, antara lain:

a.    Fase Menstruasi / deskuamasi

Pada fase ini, lapisan dinding dalam rahim yang mengandung darah, sel-sel dinding rahim, dan lendir atau dikenal dengan endometrium akan luruh dan keluar melalui vagina. Fase ini akan dimulai sejak hari pertama siklus menstruasi dimulai dan dapat berlangsung dari selama 4 hingga 6 hari. Pada tahapan ini, biasanya wanita akan merasakan gejala seperti nyeri di perut bawah dan punggung karena rahim berkontraksi untuk membantu meluruhkan endometrium.

b.    Fase Folikular

Tahapan ini berlangsung sejak hari pertama menstruasi sampai memasuki fase ovulasi. Pada tahapan ini, ovarium akan memproduksi folikel yang berisi sel telur. Pertumbuhan folikel ovarium kemudian akan menyebabkan endometrium menebal. Fase ini biasanya terjadi pada hari ke-10 dari 28 hari dalam sebuah siklus menstruasi. Lama waktu yang dihabiskan pada tahapan ini akan menentukan berapa lama siklus menstruasi seorang wanita berlangsung nantinya.

c.    Fase Ovulasi

Pada fase ovulasi, sel telur kemudian akan dilepaskan untuk dibuahi. Sel telur yang telah matang kemudian akan bergerak ke tuba fallopi dan menempel di dinding rahim. Sel telur ini umumnya hanya bertahan selama 24 jam. Apabila tidak dibuahi, sel telur akan mati. Namun, jika sel telur bertemu dengan sperma dan sudah dibuahi, akan terjadi kehamilan. Fase ovulasi sendiri akan menandai masa subur wanita dan biasanya terjadi sekitar dua minggu sebelum siklus menstruasi berikutnya dimulai.

d.   Fase Luteal

Setelah fase ovulasi, folikel yang telah pecah akan mengeluarkan sel telur akan membentuk korpus luteum, yang kemudian akan memicu peningkatan hormon progesteron untuk mempertebal lapisan dinding rahim. Ini juga dikenal dengan fase pramenstruasi. Pada tahap ini, biasanya akan terjadi beberapa gejala yang terjadi, mulai dari payudara membesar, muncul jerawat, badan terasa lemas, menjadi mudah marah atau emosional.

Proses menstruasi ini akan terus berputar, hingga seorang wanita mengalami menopause.

 

4.    Gejala-Gejala Apa Saja yang Terjadi Selama Menstruasi?

Terdapat beberapa tanda yang umum terjadi, antara lain:

a.    Perut terasa tidak nyaman, mual, dan panas.

b.    Terasa sedikit nyeri saat buang air kecil.

c.    Tubuh terasa lemas.

d.   Sakit kepala atau pusing.

e.    Keputihan.

f.     Radang pada vagina.

g.    Gatal-gatal pada kulit.

h.    Mood mudah berubah.

i.      Nyeri dan bengkak pada payudara.

j.      Jerawat bermunculan. 

5.    Cara untuk Mengtasi Gejala yang Mengganggu Selama Proses Menstruasi

Karena menstruasi secara umum menyebabkan gejala yang cukup mengganggu, maka seorang wanita perlu melakukan beberapa hal untuk mengurangi gejalanya. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

a.    Kompres bagian bawah abdomen dengan botol berisi air panas atau bantal pemanas untuk meredakan nyeri yang terjadi.

b.    Minum air putih banyak, dan pastikan hindari menghindari terlebih dahulu konsumsi garam dan minuman yang berkafein untuk mencegah pembengkakan dan retensi air.

c.    Lakukan olahraga secara teratur.

d.   Makan makanan yang bergizi seimbang dan pastinya kaya akan zat besi dan kalsium.

e.    Konsumsi vitamin E sebanyak 400 miligram, karena ini bisa mencegah peradangan dan meningkatkan respon kekebalan tubuh.

f.     Lakukan aktivitas yang dapat meredakan stres.

 

6.    Kapan Harus ke Dokter?

Terdapat beberapa gejala yang perlu kamu tanggapi serius selama menstruasi. Pasalnya, gejala ini bisa saja merupakan gejala awal dari penyakit yang lebih parah. Beberapa tanda menstruasi yang tidak normal, antara lain:

a.    Siklus yang berlangusng lebih lama, yaitu hungga 31 hingga 35 hari tiap bulannya.

b.    Darah yang keluar bukan seperti darah pada menstruasi pada umumnya.

c.    Menstruasi yang terjadi selama tujuh hari atau bahkan lebih.

d.   Jumlah darah yang keluar sangat banyak bahkan membuatmu harus mengganti pembalut setiap satu atau dua jam.

e.    Nyeri sebelum atau saat haid yang berlebihan hingga membuat aktivitasmu terganggu.

f.     Terdapat gumpalan darah dalam jumlah besar.

g.    Tidak mengalami haid selama tiga bulan.

h.    Kram berlebihan saat haid.

Jika gejala di atas kamu alami, segera hubungi dokter untuk mengetahui penanganan selanjutnya. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

 

Prawirohardjo, Sarwono (2010). Ilmu Kandungan. Jakarta : PT Bina Pusaka Sarwono Prawirohardjo

No comments:

Post a Comment

Askeb ANC Covid

  BAB III TINJAUAN KASUS 3.1     Pengkajian Hari / tanggal    : Senin, 20 Mei 2021                                           Jam   : 1...