1.
Apa Itu Menstruasi
menstruasi atau haid ialah pendarahan secara periodik dan siklik dari
uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium (sarwono : 2010).
Menstruasi atau haid atau kadang juga disebut sebagai datang bulan adalah
perdarahan uterus secara periodik dan siklus yang normal terjadi pada wanita
yang telah puber. proses ini juga terjadi dengan disertai pelepasan endometrium. Secara umum, lama siklus menstruasi adalah 28 hari, dengan lama menstruasi adalah
4 hingga 6 hari. Jumlah darah yang keluar rata-rata sebanyak 20-60
mililiter.
2. Siklus Mentruasi
Panjang siklus menstruasi ialah jarak antara tanggal mulainya haid yang
lalu dan mulainya menstruasi berikutnya. hari mulainya dinamakan hari pertama
siklus karenajam mulainya menstruasi tidak diperhitungkan dan tepatnya waktu
keluar haid dari ostium uteri eksternum tidak dapat diketahui, maka panjang
siklus mengandung kesalahan ± 1 hari.
Panjang siklus menstruasi normal atau di anggap sebagai siklus menstruasi
yang klasik ialah 28 hari, tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara
beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. juga pada kakak beradik
bahkan saudara kembar siklusnya tidak sama.
lama haid biasanya antara 3-5 hari ada yang 1-2 hari diikuti darah
sedikit-sedikit kemudian dan ada yang sampai 7-8 hari. Pada setiap wanita
biasanya lama haid itu tetap.
3.
Fase
Apa Saja yang Terjadi Selama Menstruasi?
Meski terjadi secara rutin, mungkin masih banyak wanita yang belum mengetahui
secara detail mengenai proses menstruasi terjadi. Proses menstruasi dibagi empat fase, antara lain:
a.
Fase
Menstruasi / deskuamasi
Pada fase ini, lapisan dinding dalam rahim yang mengandung darah, sel-sel dinding rahim, dan lendir atau dikenal dengan endometrium akan luruh dan keluar melalui vagina. Fase ini akan dimulai sejak hari pertama siklus menstruasi dimulai dan dapat berlangsung dari selama 4 hingga 6 hari. Pada tahapan ini, biasanya wanita akan merasakan gejala seperti nyeri di perut bawah dan punggung karena rahim berkontraksi untuk membantu meluruhkan endometrium.
b.
Fase Folikular
Tahapan ini berlangsung sejak hari pertama menstruasi sampai memasuki fase
ovulasi. Pada tahapan ini, ovarium akan memproduksi folikel yang berisi sel
telur. Pertumbuhan folikel ovarium kemudian akan menyebabkan endometrium
menebal. Fase ini biasanya terjadi pada hari ke-10 dari 28 hari dalam sebuah
siklus menstruasi. Lama waktu yang dihabiskan pada tahapan ini akan menentukan
berapa lama siklus menstruasi seorang wanita berlangsung nantinya.
c.
Fase Ovulasi
Pada fase ovulasi, sel telur kemudian akan dilepaskan untuk dibuahi. Sel
telur yang telah matang kemudian akan bergerak ke tuba fallopi dan menempel di
dinding rahim. Sel telur ini umumnya hanya bertahan selama 24 jam. Apabila
tidak dibuahi, sel telur akan mati. Namun, jika sel telur bertemu dengan sperma
dan sudah dibuahi, akan terjadi kehamilan. Fase ovulasi sendiri akan menandai
masa subur wanita dan biasanya terjadi sekitar dua minggu sebelum siklus
menstruasi berikutnya dimulai.
d.
Fase Luteal
Setelah fase ovulasi, folikel yang telah pecah akan mengeluarkan sel telur
akan membentuk korpus luteum, yang kemudian akan memicu peningkatan hormon
progesteron untuk mempertebal lapisan dinding rahim. Ini juga dikenal dengan
fase pramenstruasi. Pada tahap ini, biasanya akan terjadi beberapa gejala yang
terjadi, mulai dari payudara membesar, muncul jerawat, badan terasa lemas,
menjadi mudah marah atau emosional.
Proses menstruasi ini akan terus berputar, hingga seorang wanita mengalami
menopause.
4.
Gejala-Gejala Apa Saja yang Terjadi
Selama Menstruasi?
Terdapat beberapa tanda yang umum terjadi, antara lain:
a.
Perut terasa tidak nyaman, mual, dan
panas.
b.
Terasa sedikit nyeri saat buang air
kecil.
c.
Tubuh terasa lemas.
d.
Sakit kepala atau pusing.
e.
Keputihan.
f.
Radang pada vagina.
g.
Gatal-gatal pada kulit.
h.
Mood mudah berubah.
i.
Nyeri dan bengkak pada payudara.
j.
Jerawat bermunculan.
5.
Cara untuk Mengtasi Gejala yang
Mengganggu Selama Proses Menstruasi
Karena menstruasi secara umum menyebabkan gejala yang cukup mengganggu, maka
seorang wanita perlu melakukan beberapa hal untuk mengurangi gejalanya.
Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:
a.
Kompres bagian bawah abdomen dengan
botol berisi air panas atau bantal pemanas untuk meredakan nyeri yang terjadi.
b.
Minum air putih banyak, dan pastikan
hindari menghindari terlebih dahulu konsumsi garam dan minuman yang berkafein
untuk mencegah pembengkakan dan retensi air.
c.
Lakukan olahraga secara teratur.
d.
Makan makanan yang bergizi seimbang dan
pastinya kaya akan zat besi dan kalsium.
e.
Konsumsi vitamin E sebanyak 400
miligram, karena ini bisa mencegah peradangan dan meningkatkan respon kekebalan
tubuh.
f.
Lakukan aktivitas yang dapat meredakan
stres.
6. Kapan Harus ke Dokter?
Terdapat beberapa gejala yang perlu kamu tanggapi serius selama menstruasi.
Pasalnya, gejala ini bisa saja merupakan gejala awal dari penyakit yang lebih
parah. Beberapa tanda menstruasi yang tidak normal, antara lain:
a.
Siklus yang berlangusng lebih lama, yaitu
hungga 31 hingga 35 hari tiap bulannya.
b.
Darah yang keluar bukan seperti darah
pada menstruasi pada umumnya.
c.
Menstruasi yang terjadi selama tujuh
hari atau bahkan lebih.
d.
Jumlah darah yang keluar sangat banyak
bahkan membuatmu harus mengganti pembalut setiap satu atau dua jam.
e.
Nyeri sebelum atau saat haid yang
berlebihan hingga membuat aktivitasmu terganggu.
f.
Terdapat gumpalan darah dalam jumlah
besar.
g.
Tidak mengalami haid selama tiga bulan.
h.
Kram berlebihan saat haid.
Jika gejala di atas kamu alami, segera hubungi dokter untuk mengetahui
penanganan selanjutnya. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat,
sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.
Prawirohardjo, Sarwono (2010). Ilmu Kandungan. Jakarta : PT Bina Pusaka
Sarwono Prawirohardjo
No comments:
Post a Comment