Wednesday, 15 July 2020

Disminorea / dilep / nyeri perut haid

Disminorea atau nyeri haid mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita-wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Karena gangguan ini sifatnya subyektif, berat atau intensitasnya sukar dinilai. Walaupun frekuensi disminorea cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal, namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan dengan memuaskan.

Oleh karena hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak diperut bagian bawah sebelum dan selama haid dan sering kali rasa mual maka istilah disminorea hanya dipakai jika nyeri haid demekian hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari untuk beberapa jam atau beberapa hari.m

Pengertian

Nyeri haid atau dismenore adalah nyeri atau kram di perut bagian bawah, yang muncul sebelum atau sewaktu menstruasi. Pada sebagian wanita, dismenore dapat bersifat ringan, namun pada sebagian lain, dismenore bisa berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dismenore ditandai oleh kram di bagian bawah perut. Kondisi tersebut normal terjadi setiap bulan dan tidak perlu dikhawatirkan, karena merupakan proses yang terjadi secara alami di rahim wanita. Seiring bertambahnya usia, dismenore juga akan menghilang secara bertahap.

Gejala

Nyeri haid dapat muncul 1-2 hari sebelum menstruasi atau pada hari-hari awal menstruasi, dan hal tersebut merupakan sesuatu yang normal terjadi. Gejalanya adalah kram di bagian bawah perut, yang terkadang menjalar hingga ke punggung bagian bawah dan paha. Kram terasa ringan namun konstan, dan berlangsung hingga 3 hari. Nyeri ini akan berangsur-angsur hilang seiring bertambahnya usia, terlebih setelah memiliki anak.

Pada beberapa orang, nyeri haid dapat terasa berlebihan. Nyeri ini berlangsung lebih lama dibandingkan nyeri haid normal, yaitu mulai lebih awal dari haid dan tidak hilang walaupun haid sudah berakhir. Saat menstruasi, rasa nyeri ini juga terasa lebih buruk. Nyeri yang seharusnya mulai menghilang seiring bertambahnya usia, malah muncul di usia 30-45 tahun. Nyeri haid berlebihan ini bisa disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Menstruasi tidak lancar
  • Perdarahan dari vagina saat tidak haid
  • Keputihan
  • Rasa sakit saat berhubungan intim.

Segera periksakan diri ke dokter jika nyeri haid terasa berlebihan hingga mengganggu aktivitas, bertambah parah, atau baru dialami setelah usia 25 tahun. Anda juga disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter kandungan bila terjadi kondisi berikut:

  • Nyeri dirasakan setelah pemasangan
  • Nyeri disertai mual, muntah, atau diare.
  • Nyeri haid berlebihan selama tiga siklus berturut-turut.
  • Keluar gumpalan darah dari vagina.
  • Nyeri di panggul meski tidak sedang menstruasi.

Kram perut atau nyeri panggul yang muncul tiba-tiba bisa menjadi tanda adanya infeksi di organ reproduksi. Bila tidak segera diatasi, infeksi tersebut dapat merusak organ dan menyebabkan kemandulan. Oleh karena itu, segeralah berobat ke dokter bila mengalami gejala infeksi di organ reproduksi, seperti demam, nyeri yang berlebihan atau muncul mendadak di daerah panggul, dan keputihan.

Penyebab

Dismenore atau nyeri haid merupakan kondisi normal yang dialami oleh wanita setiap bulannya, dan tidak perlu dikhawatirkan. Nyeri ini muncul akibat kontraksi otot rahim, untuk melepaskan dan mengeluarkan lapisan dalam dinding rahim yang disebut endometrium. Kontraksi ini membuat pembuluh darah terjepit, sehingga pasokan oksigen ke rahim berkurang dan timbul rasa nyeri.

Tidak semua wanita mengalami nyeri haid. Ada sejumlah faktor yang membuat seorang wanita lebih berisiko mengalami nyeri haid, yaitu:

  • Berusia di bawah 30 tahun
  • Memiliki ibu atau saudara perempuan yang juga mengalami nyeri haid
  • Menstruasi tidak lancar
  • Sudah mengalami pubertas sebelum usia 11 tahun
  • perdarahan yang berlebihan saat menstruasi
  • Memiliki kebiasaan merokok.

Sedangkan nyeri haid yang berlebihan bisa disebabkan oleh adanya suatu penyakit pada organ reproduksi, seperti:

  • Endometriosis, yaitu kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim, misalnya di tuba falopi (saluran telur) atau ovarium (indung telur).
  • Adenomiosis, yaitu kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh ke dalam otot dinding rahim.
  • Miom, yaitu tumor jinak pada dinding rahim.
  • Radang panggul, akibat infeksi pada organ reproduksi wanita yang sudah menyebar di dalam rongga panggul.
  • Penyempitan leher rahim, yang menyebabkan darah menstruasi tidak bisa mengalir keluar dari rahim

Pengobatan

Nyeri haid yang normal dapat ditangani sendiri di rumah tanpa bantuan dokter. Anda bisa melakukan beberapa langkah sederhana berikut ini untuk mengurangi nyeri haid:

  • Memijat dan mengompres hangat area perut yang sakit.
  • Berolahraga ringan, seperti berjalan santai atau bersepeda.
  • Melakukan relaksasi, misalnya dengan yoga atau pilates.
  • Mandi air hangat.
  • Mengonsumsi suplemen yang mmmengandung vitamin E, vitamin B6, omega 3, dan magnesium.

Bila nyeri tidak juga mereda, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas tanpa resep, misalnya paracetamol. Jika Anda adalah perokok, segeralah berhenti merokok.

Apabila nyeri haid dirasa berlebihan, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Dokter akan mencari tahu apakah ada penyakit yang menyebabkan nyeri haid tersebut, kemudian memberikan pengobatan sesuai dengan penyebabnya. Beberapa cara yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan nyeri haid adalah:

Dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)seperti asam mefenamat, untuk meredakan nyeri haid. Selain obat pereda nyeri, dokter dapat meresepkan pil KB untuk mengurangi ketebalan lapisan dalam dinding rahim, sehingga otot rahim tidak perlu berkontraksi secara berlebihan. 

Pembedahan

Tindakan operasi dilakukan jika nyeri haid disebabkan oleh endometriosis atau miom. Operasi pengangkatan rahim dapat menjadi pilihan jika metode lain tidak berhasil meredakan nyeri haid. Namun perlu diingat, operasi pengangkatan rahim (histerektomi) ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan, misalnya jika penderita sudah tidak lagi berencana untuk hamil.

Di samping metode di atas, dokter dapat menganjurkan pasien untuk menjalani terapi TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation). TENS dilakukan dengan mengalirkan arus listrik ringan ke saraf di area panggul, untuk menghalangi sinyal rasa sakit.

No comments:

Post a Comment

Askeb ANC Covid

  BAB III TINJAUAN KASUS 3.1     Pengkajian Hari / tanggal    : Senin, 20 Mei 2021                                           Jam   : 1...