Minggu, 09 Desember 2012

SAP ISTIRAHAT dan TIDUR


SUTUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )
Kebutuhan Dasar Ibu Nifas
“ Istirahat dan Tidur ”



logo-stikes-nu-tuban-sekolah-tinggi-ilmu-kesehatan-nahdhatul-ulama-tuban-terbaru1.jpg
 











Dosen Pembimbing : Eva Silviana R, SST., M.Kes


Oleh    :

1.   Fenny Nur Wanti    ( 11.09.1.149.0603 )
2.   Husnul Khotimah    ( 11.09.1.149.0604 )
3.   Nur Hidayati            ( 11.09.1.149.0616 )
4.   Siti Nur Kholifah     ( 11.09.1.149.0529 )




SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
NAHDLATUL ULAMA’ TUBAN
PRODI DII KEBIDANAN
Jl. P. Diponegoro No. 17 Tuban
TA. 2011-2012

KATA PENGANTAR
           
Segala puji bagi Allah SWT yang menghiasi nurani hamba-hambanya dengan cahaya hidayah, dan mendidik  jiwa mereka dengan keindahan. Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat-Nya, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah Satuan Acara Penyuluhan ( SAP )  dengan judul “ Kebutuhan Dasar Ibu Nifas ( Istirahat dan Tidur ) ” guna menyelesaikan tugas mata kuliah Asuhan Kebidanan III. Tidak lupa pula shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Muhammad S.A.W . Semoga sejahtera tetap terlimpahkan untuk keluarga baginda, Para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.

            Dalam pembuatan makalah ini, kami berusaha dan berupaya semaksimal mungkin untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, logika dan prinsip-prinsip ilmiah yang telah kami peroleh selama dalam masa pendidikan di bangku perkuliahan, serta tidak lepas pula dari bimbingan, arahan serta dukungan materi maupun spiritual dari berbagai pihak. Semoga bimbingan dan bantuan yang telah diberikan kepada kami dijadikan amal yang sholeh oleh Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:

1.    H. Miftahul Munir, SKM ., M. Kes, selaku Ketua STIKES Nahdlatul Ulama Tuban yang telah memberikan berbagai fasilitas untuk penyusunan tugas kami.
2.    Eva Silviana R. SKM, selaku Ketua Program Studi D III Kebidanan STIKES Nahdlatul Ulama Tuban dan selaku Dosen Pembimbing mata kuliah Asuhan Kebidanan III
3.    Orang Tua kami yang telah banyak memberikan dukungan moral, spiritual.
4.    Teman-teman yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah Satuan Acara Penyuluhan ( SAP ) Asuhan Kebidanan III.
5.    Dan berbagai pihak yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan tugas makalah Satuan Acara Penyuluhan ( SAP ) Asuhan Kebidanan III.

Tiada gading yang tak retak, maka dalam pembuatan makalah ini, kami menyadari adanya kekurangan baik dari segi penulisan maupun isi pembahasan, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembimbing dan pembaca sangat kami harapkan, demi kesempurnaan pembuatan makalah selanjutnya. Harapan kami semoga lebih banyak lagi minat pembaca makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi  kami pada khususnya dan Mahasiswa AKBID NU TUBAN.


Tuban, 04 Desember 2012


Penulis

























DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................. i
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang........................................................................................... 1
1.2    Tujuan........................................................................................................ 2
1.3    Rumusan Masalah...................................................................................... 2
1.4    Sistematika Penulisan................................................................................. 2
BAB II SATUAN ACARA PENYULUHAN
2.1    Satuan Acara Penyuluhan ( SAP )............................................................ 3
BAB III PEMBAHASAN
3.1    Pengertian Kebutuhan Dasar ( Istirahat )................................................... 4
3.2    Pengertian Kebutuhan Dasar ( Tidur )....................................................... 6
3.3    Dampak Kurang Istirahat dan Tidur.......................................................... 8
3.4    Cara Istirahat dan Tidur pada Malam Hari................................................ 8
3.5    Kegunaan atau Fungsi dari Istirahat dan Tidur Yang Cukup.................... 8
3.6    Pola Istirahat.............................................................................................. 8
3.7    Fase / Tahapan Tidur Seseorang................................................................. 9
3.8   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tidur.................................................. 9
3.9   Masalah-masalah dalam Tidur.................................................................. 10
BAB IV PENUTUP
4.1    Kesimpulan.............................................................................................. 13
4.2    Saran........................................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA

Leaflet


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang mutlak harus dipenuhi oleh semua orang. Dengan istirahat dan tidur yang cukup, tubuh baru dapat berfungsi secara optimal. Istirahat dan tidur sendiri memiliki makna yang berbeda pada setiap individu. Secara umum, istirahat berarti suatu keadaan tenang, relaks, tanpa tekanan emosional, dan bebas dari perasaan gelisah. Jadi, beristirahat bukan berarti tidak melakukan aktivitas sama sekali. Terkadang, berjalan-jalan di taman juga bisa dikatakan sebagai suatu bentuk istirahat.
Sedangkan tidur adalah status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun. Tidur dikarakteristikkan dengan aktifitas fisik yang minimal,tingkat kesadaran yang bervariasi, perubahan proses fsiologis tubuh,dan penurunan respons terhadap stimulus eksternal. Hampir sepertiga dari waktu kita,kita gunakan untuk tidur. Hal tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa tidur dapat memulihkan atau mengistirahatkan fisik setelah seharian beraktivitas,mengurangi stress dan kecemasan,serta dapat meningkatkan kemampuan dan konsenterasi saat hendak melakukan aktivitas sehari-hari.
Istirahat yang memuaskan bagi ibu yang baru melahirkan merupakan masalah yang sangat penting sekalipun tidak mudah dicapai. Keharusan ibu untuk beristirahat sesudah melahirkan memang tidak diragukan lagi, kehamilan dengan beban kandungan yang berat dan banyak keadaan yang mengganggu lainnya, pekerjaan bersalin, bukan persiapan yang baik dalam menghadapi kesibukan yang akan terjadi. Padahal hari-hari postnatal akan dipenuhi oleh banyak hal, begitu banyak yang harus dipelajari, ASI yang diproduksi dalam payudara, kegembiraan menerima kartu ucapan selamat, karangan bunga, hadiah-hadiah serta menyambut tamu dan juga kekhawatiran serta keprihatinan yang tidak ada kaitannya dengan situasi ini. Jadi, dengan tubuh yang letih dan mungkin pula pikiran yang sangat aktif, ibu sering perlu diingatkan dan dibantu agar mendapatkan istirahat yang cukup.




1.2  Tujuan
-          Tujuan Umum
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Asuhan Kebidanan III
2.      Sebagai bahan pelatihan bagi mahasiswa dalam membuat makalah
3.      Setelah mempelajari tentang istirahat dan tidur, diharapkan mahasiswa mampu memahami dan memberikan asuhan pada ibu post partum

-          Tujuan  Khusus
Setelah mempelajari tentang  istirahat dan tidur, diharapkan mahasiswa mampu :
1.         Memahami tentang teori istirahat dan tidur
2.         Memberikan asuhan pada ibu post partum
3.         Melakukan atau mempraktikan kepada ibu tentang istirahat dan tidur
4.         Mengerti dan menambah wawasan mengenai tugas dan istirahat dan tidur

1.3  Rumusan Masalah
1.      Apa definisi dari istirahat dan tidur ?
2.      Dampak Kurang Istirahat dan Tidur ?
3.      Bagaimana cara istirahat dan tidur pada malam hari ?
4.      Apa kegunaan atau fungsi dari istirahat dan tidur yang cukup ?
5.      Bagaimana pola istirahat ?
6.      Bagaimana fase / tahapan tidur seseorang?

1.4  Sistematika Penulisan
Makalah ini tersusun atas beberapa bagian diantaranya adalah sebagai berikut :
BAB I       : Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, tujuan, rumusan masalah, dan     sistematika penulisan
BAB II      : Satuan Acara Penyuluhan tentang istirahat dan tidur
BAB III    : Pembahasan yang berdasarkan rumusan masalah yang ada
BAB IV    : Penutup yang berisi kesimpulan, dan saran dari makalah yang di susun




BAB II
SUSUNAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )


Mata Kuliah              :  Asuhan Kebidanan III
Pokok Bahasan         :  Cara Istirahat dan Tidur
Sub Pokok Bahasan  :  a. Pengertian Kebutuhan Dasar ( Istirahat )
                                       b. Pengertian Kebutuhan Dasar ( Tidur )
   c. Dampak Kurang Istirahat dan Tidur
                                d. Cara Istirahat dan Tidur pada Malam Hari
                                 e. Kegunaan atau Fungsi dari Istirahat dan Tidur Yang Cukup
                                f. Pola Istirahat
                                       g. Fase / Tahapan Tidur Seseorang
                                        h. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tidur
                                        i. Masalah-masalah dalam Tidur
Sasaran                      :  Ibu-ibu Post Partum
Jumlah Peserta          :
Waktu Pertemuan     : Jam 10.00 WIB
Tempat Pertemuan   : Di Posyandu



2.1 Tujuan Instruksional
a. Tujuan Umum
setelah mempelajari tentang Istirahat dan Tidur, di harapkan mampu memahami dan memberikan asuhan pada Ibu Post Parum.
                                                                 
b. Tujuan Khusus
·      Memberikan asuhan pada ibu post partum
·      Memahami tentang teori cara istirahat dan tidur pada ibu post partum

2.2 Kegiatan Penyuluhan
a. materi Terlampir
Tentang istirahat dan tidur pada ibu post partum

b. Langkah Penyuluhan
Tahap
Kegiatan Penyuluhan
Media/alat, metode penyuluhan
Waktu
Tim Penyuluhan
Ibu Nifas
Pendahuluan
1.            Memberikan salam
2.            Memperkenalkan diri
3.            Menjelaskan maksut dan tujuan di adakan penyuluhan
Ikut berpartisipasi dan mau memperhatikan penyuluhan
ceramah
15 menit
Inti
Penyampaian materi
Ibu tau dan mengerti tentang materi yang di sampaikan
leaflet
45 menit
Penutup
1.    Kesimpulan
2.    Tanya jawab
3.    Kuisioner
Menjelaskan bagi ibu yang kurang jelas terhadap materi yang di sampaikan
Tanya Jawab
15 menit


c. Media dan Alat yang di gunakan
·         leafleat
·         Lembar Balik
·         Papan Tulis
·         Spidol
·         ATM ( Alat Tulis Menulis )

d. Narasumber
·         Mahasiswa



BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Kebutuhan Dasar Masa Nifas ( Istirahat )
Istirahat pada ibu nifas merupakan keadaan ibu nifas yang tenang, relaks tanpa tekanan emosional dan bebas dari kegelisahan (ansietas). (Narrow, 1967 : 1645)
Istirahat yang memuaskan bagi ibu yang baru melahirkanmerupakan masalah yang sangat penting sekalipun kadang-kadang tidak mudah dicapai. Keharusan ibu untuk beristirahat sesudah melahirkan memang tidak diragukan lagi, kehamilan dengan beban kandungan yang berat dan banyak keadaan yang menganggu lainnya, plus pekerjaan bersalin, bukan persiapan yang baik dalam menghadapi kesibukan yang akan terjadi padahal hari-hari postnatal akan dipengaruhi oleh banyak hal : begitu banyak yang harus dipelajari ASI yang diproduksi dalam payudara, kegembiraan menerima kartu ucapan selamat, karangan bunga, hadiah-hadiah serta menyambut tamu, dan juga kekhawatiran serta keprihatian yang tidak ada kaitannya dengan situasi ini. dengan tubuh yang letih dan mungkin pula pikiran yang sangat aktif, ibu sering perlu diingatkan dan dibantu agar mendapatkan istirahat yang cukup.

·         IstirahatMalam
Selama satu atau dua malam yang pertama, ibu yang baru melahirkanmungkin memerlukan obat tidur yang ringan. Biasanya dokter akan memberikannya jika benar-benar diperlukan. Kerapkali tubuhnya sendiri yang mengambil alih fungsi obat tidur ini dan ia benar-banar tidur lelap sehingga pemeriksaan tanda-tanda vital serta fundus uteri hanya sedikit mengganggunya. Sebagian ibu menemukan bahwa lingkungan yang asing baginya telah mengalihkan perhatiannya dan sebagian lainnya merasa terganggu oleh luka bekas episiotomi sehingga semua ini akan menghalangi tidurnya ketika pengaruh pembiusan sudah hilang. Rasa nyeri atau terganggu selalu memerlukan pemeriksaan dan analgesik dapat diberikan sebelum pasien menggunakan obat tidur.
Setelah hari kedua postnatal, pemberian obat tidur pada malam hari biasanya sudah tidak dibutuhkan lagi dan tidak dianjurkan jika ibu ingin menyusui bayinya pada malam hari. Ibu harus dibantu agar dapat beristirahat lebih dingin dan tidak diganggu tanpa alasan. Hal-hal kecil yang menarik perhatiannya seperti suara pintu yang berderik atau bunyi tetesan air dari keran harus dilaporkan pada siang harinya sehingga dapat di atasi sebelum suara-suara tersebut mengganggu tidur ibu.
Ibu yang baru melahiranyang tidak dapat tidur harus diobservasi dengan ketat dan semua keadaan yang di temukan harus dilaporkan pada dokter. Insommia merupakan salah satu tanda peringatan untuk psikosis nifas.

·         Istirahat Siang
Waktu siang hari di rumah sakit tidak perlu terlalu diprihatinkan, namun banyak orang mengatakan hal tersebut harus pulang ke rumah untuk bisa beristirahat merupakan pernyataan yang sering terdengar dan petugas yang terlibat dalam unit asuhan maternitas harus mendengarkan serta mencari mengapa keluhan tersebut bisa terjadi.
Pada hampir setiap rumah sakit bersalin, periode istirahat yang jelas perlu disediakan secara teratur dan kerapkali di perlukan selama satu jam sebelum makan siang tirai ditarik, radio dimatikan, staf keperawatan harus bekerja tanpa suara, tamu yang ingin berkunjung dilarang dan panggilan telpon tidak diteruskan kepada pasien kecuali benar-benar mendesak. Ibu harus dibantu untuk mengatur sendiri bagaimana memanfaatkan waktu istirahat ini: berbaring telungkup (mungkin dengan bantal di bawah panggulnya ) untuk membantu drainase uterus jika posisi nyaman baginya. Periode istirahat ini umumnya memberikan manfaat fisik maupun psikologis yang sangat besar. Beberapa rumah sakit mengulangi waktu istirahat yang jelas pada sore harinya.
Kalau ditanya apa yang membuat bangsal postnatal tampak begitu sibuk, jawaban sebagian ibu mengungkapkan hal yang terjadi. Kejadian yang rutin dan teratur, seperti visite dokter, program latihan, peragaan dalam memandikan bayi atau bahkan menyusui bayi tampaknya bukan masalah. Kegiatan-kegiatan yang membutuhkan curahan emosi, seperti menghadapi tamu dan panggilan telpon dari luar, atau menulis surat ucapan terima kasih atas pengiriman kartu ucapan selamat dan hadiah, semua inilah yang melelahkan ibu baru melahirkan barang kali perawat yang dapat merasakan kesibukan ibu dalam menghadapi hal-hal semacam itu. Dapat membantunya dengan membahas prioritas, apakah setiap orang yang mangirim surat ucapan selamat benar-benar memerlukan jawaban. Di samping itu, perawat harus berhati-hati pada saat jam kunjungan untuk menjaga agar ibu tidak terlalu lelah.

3.2    Kebutuhan Dasar Masa Nifas ( Tidur )
Definisi dari tidur yang sehat yang dapat diterima oleh umum adalah kuantitas dan kualitas dari tidur yang diperlukan untuk menjaga kesigapan selama bangun (selama tidak tidur).
Pola tidur diatur oleh saraf pusat di otak yang bernama Super Chiasmatic Nucleus. Pola tidur pada umumnya dapat dibago dua, yaitu tidur dengan gerakan mata tidak cepat atau yang diknal dengan Non Rapid eye Movement dapat disingkat dengan NON REM.
Dan satu kondisi yang lain adalah Rapid eye movemen atau REM. Pada orang dewasa tidur NON REM berganti dengan tidur REM terjadi setiap hampir rata-rata satu setengah jam.
Tidur NON REM biasanya terjadi pertama menjelang tidur dan dapat memakan waktu 75 - 80 % dari waktu tidur. Tidur NON REM dibagi dalam dibagi dalam 4 tahap dan ini sejalan dengan kedalam tidur.
Tidur REM yang memakan waktu kira-kira 20 -25 % dari tidur orang dewasa , Tidur REM ini olah para ahli diduga bertanggung jawab terdapat rasa lumpuhnya otot otot . (Bobak, 1998)
Masa nifas berkaitan dengan gangguan pola tidur, terutama segera setelah melahirkan. 3 hari pertama dapat merupakan hari yang sulit bagi ibu akibat penumpukan kelelahan karena persalinan dan kesulitan beristirahat karena perineum. Nyeri perineum pasca partus berkolerasi erat dengan durasi kala II persalinan. Rasa tidak nyaman di kandung kemih, dan perineum, serta gangguan bayi, semuanya dapat menyebabkan kesulitan tidur, yang dapat mempengaruhi daya ingat dan kemampuan psikomotor. Secara eoritis pola tidur kembali mendekati normal dalam 2 / 3 minggu setelah persalinan, tetapi ibu yang menyusui mengalami gangguan pola tidur yang lebih besar.
Yang sangat di idamkan ibu baru adalah tidur dia tidur lebih banyak istirahat di minggu 2 dan bulan 2 pertama setelah melahirkan, bias mencegah depresi dan memulihkan tenaganya yang terkuras habis.
Banyak orang yang mengalami sulit tidur. Orang dewasa butuh rata - rata 7 - 8 jam untuk tidur dan semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk tidur saat orang semakin tua. Orang yang sudah tua biasanya membutuhkan 5 - 6 jam, sesekali begadang tidak mengganggu kecuali menyebabkan kelelahan esok harinya. Gangguan tidur yang menetap sering diakibatkan stres, kegelisahan, atau depresi yang membuat Anda torus capai, kesal, dan tak dapat berkonsentrasi. Simpton atau gejala fisik seperti nyeri, masalah pernafasan dan hot flush ( serangan rasa panas ) Juga beberapa obat dapat mengganggu tidur.





3.3    Dampak Kurang Istirahat dan Tidur
Kurang istirahat Akan mempengaruhi ibu dalam beberapa hal:
a. Mengurangi jumlah AS1 yang di produksi
b.Memperlambat proses involusio uterus dan meningkatkan perdarahan
c. Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri.

3.4    Cara Istirahat dan Tidur pada Malam Hari
Ada beberapa hal yang dapat Anda coba lakukan untuk lebih mudah tertidur di malam hari:
a.    Pergi ke tempat tidur dan bangun di saat sama setiap hari.
b.    Jangan makan makanan berat kurang dari tiga jam sebelum pergi tidur. Hindari kopi, teh, minuman kola, alkohol dan merokok. Jika Anda lapar, makan biskuit atau pisang. Minum segelas susu hangat setengah jam sebelum tidur.
c.    Mengelola tidur, coba tip berikut :
o    Untuk Berhenti bekerja setidaknya sejam sebelum waktu tidur dan baca buku atau dengarkan musik menenangkan. Buat ruangan tenang, redup dan sejuk
o    Untuk Jika tak bisa tertidur dalam 30 menit, bangun dan pergi ke ruangan lain dan baca. Jangan menonton TV
o    Untuk Jika kepala anda penuh dengan tugas untuk esok harinya, taruh buku catatan di samping tempat tidur dan catat

3.5  Kegunaan atau Fungsi dari Istirahat dan Tidur Yang Cukup:
a.       Regenerasi sel-sel tubuh yang rusak menjadi baru.
b.      Memperlancar produksi hormon pertumbuhan tubuh.
c.       Mengistirahatkan tubuh yang letih akibat aktivitas seharian.
d.      Meningkatkan kekebalan tubuh kita dari serangan penyakit.
e.       Menambah konsentrasi dan kemampuan fisik.

3.6Pola Istirahat
a.       Anjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan.
b.      Sarankan ibu untuk kembali ke kegiatan-kagiatan rumah tangga biasa.



3.7Fase / Tahapan Tidur Seseorang :
a.       Awal
b.      Non rapid eyes movement (non-rem)
c.       Rapid Eyes Movement (rem)
d.      Dream Sleep
Posisi tidur ibu waktu beristirahat sesudah melahirkan penderita harus tidur terlentang, hanya dengan satu bantal yang tipis. Tetapi ada juga pendapat lain mengatakan bahwa ibu bebas memilih posisi tetapi untuk memudahkan pengawasan sebenarnya tidur telentang lebih baik karena dengan tidur terlentang mudah mengawasi keadaan kontraksi uterus dan mengawasi pendarahan.Biasanya setelah melahirkan penderita akan merasa lelah dan dapat tidur sehingga merasa nyaman berada ditempat tidur. Usaha agar penderita dapat tidur ialah dengan menyakinkan penderita bahwa keadaannya normal. Istirahat dan tidur sangat perlu bagi penderita, selain untuk mengembalikan kesehatan, juga untuk pembentukan air susu ibu.Ibu nifas memerlukan istirahat yang cukup, istirahat tidur yang dibutuhkan ibu nifas sekitar 8 jam pada malam hari dan 1 jam pada siang hari.

3.8 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tidur
1). Penyakit
Seseorang yang mengalami sakit memerlukan waktu tidur lebih banyak dari normal. Namun demikian, keadaan sakit menjadikan pasien kurang tidur atau tidak dapat tidur. Misalnya pada pasien dengan gangguan pernafasan seperti asma, bronkitis, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit persarafan.
2). Lingkungan
Pasien yang biasa tidur pada lingkungan yang tenang dan nyaman, kemudian terjadi perubahan suasana seperti gaduh maka akan menghambat tidurnya.
3). Motivasi
Motivasi dapat memengaruhi tidur dan dapat menimbulkan keinginan untuk tetap bangun dan waspada menahan kantuk.
4). Kelelahan
Apabila mengalami kelelahan dapat memperpedek periode pertama dari tahap REM.
5). Kecemasan
Pada keadaan cemas seseorang mungkin meningkatkan saraf simpatis sehingga mengganggu tidurnya.
6). Alkohol
Alkohol menekan REM secara normal, seseorang yang tahan minum alcohol dapat mengakibatkan insomnia dan lekas marah.
7). Obat-obatan
Beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan gangguan tidur antara lain :
Diuretik : menyebabkan insomnia
Anti depresan : supresi REM
Kafein : meningkatkan saraf simpatis
Beta bloker : menimbulkan insomnia
Narkotika : mensuspensi REM

3.9 Masalah-masalah dalam Tidur
·         Insomnia
Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang dialami oleh penderita dengan gejala-gejala selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari dan secara terus menerus (lebih dari sepuluh hari) mengalami kesulitan untuk tidur atau selalu terbangun di tengah malam dan tidak dapat kembali tidur. Seringkali penderita terbangun lebih cepat dari yang diinginkannya dan tidak dapat kembali tidur. Ada tiga jenis gangguan insomnia, yaitu: susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun jauh lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia). Cukup banyak orang yang mengalami satu dari ketiga jenis gangguan tidur ini. Dalam penelitian dilaporkan bahwa di Amerika Serikat sekitar 15 persen dari total populasi mengalami gangguan insomnia yang cukup serius.
Gangguan tidur insomnia merupakan gangguan yang belum serius jika anda alami kurang dari sepuluh hari. Untuk mengatasi gangguan ini kita dapat menggunakan teknik-teknik relaksasi dan pemrograman bawah sadar. Yang penting kita harus dapat menjaga keseimbangan frekuensi gelombang otak agar sesering mungkin berada dalam kondisi relaks dan meditatif sehingga ketika kita harus tidur kita tidak mengalami kesulitan untuk menurunkan gelombang otak ke frekuensi delta.
·         Narcolepsy
Narcolepsy adalah gangguan tidur yang diakibatkan oleh gangguan psikologis dan hanya bisa disembuhkan melalui bantuan pengobatan dari seorang dokter ahli jiwa. Penyakit ini berbeda dengan insomnia yang terjadi secara terus menerus. Justru penderita narcolepsy ini terkena serangan secara mendadak pada saat yang tidak tepat, seperti sedang memimpin rapat – biasanya terjadi serangan pada kondisi emosi yang tegang seperti: marah, takut atau jatuh cinta. Serangan narcolepsy dapat melumpuhkan seseorang dalam beberapa menit ketika dia masih sadar dan secara tiba-tiba membawanya ke alam mimpi.
·         Hypersomnia
Gangguan ini adalah kebalikan dari insomnia. Seringkali penderita dianggap memiliki gangguan jiwa atau malas. Para penderita hypersomnia membutuhkan waktu tidur yang sangat banyak dari ukuran normal. Meskipun penderita tidur melebihi ukuran normal, namun mereka selalu merasa letih dan lesu sepanjang hari. Namun gangguan ini tidaklah terlalu serius dan dapat diatasi sendiri oleh penderita dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen diri.
·         Apnea
Apnea merupakan salah satu gangguan tidur yang cukup serius. Lebih dari 5 juta penduduk Amerika Serikat mengalami gangguan ini. Faktor risiko terkena gangguan ini antara lain: kelebihan berat badan (overweight), usia paruh baya terutama pada wanita, atau usia lanjut (lansia) yang pernah mengalami ketergantungan obat. Apnea adalah penyakit yang disebut juga ”to fall asleep at the wheel” karena sering dialami ketika penderita sedang mengemudikan mobil. Apnea terjadi karena fluktuasi atau irama yang tidak teratur dari denyut jantung dan tekanan darah. Ketika terserang, penderita seketika merasa mengantuk dan jatuh tertidur. Penderita apnea mengalami kesulitan bernafas bahkan berhenti bernafas pada saat tidur ketika terserang gangguan ini (dalam bahasa Jawa disebut ”tindihan”). Fluktuasi denyut jantung dan tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan kematian seketika pada penderita.
·         Perilaku Menyimpang
Gangguan tidur lainnya seperti berbicara atau berjalan dalam keadaaan tidur, ataupun menggertakkan gigi merupakan gangguan tidur yang tidak berbahaya. Namun berbahaya jika berjalan dalam tidur menemui obyek yang berbahaya (benda tajam, api, dll) atau terjatuh. Gangguan berbicara dalam tidur hanya akan mengganggu teman sekamarnya. Sedangkan menggertak gigi dapat merusak email gigi. Penyakit menggertak gigi ini disebut dengan bruxism.

Dengan mengetahui dan memahami berbagai jenis gangguan atau penyakit tidur kita dapat mengambil langkah yang diperlukan. Sepanjang masih bisa diatasi sendiri dengan teknik-teknik manajemen diri (relaksasi dan pemrograman bawah sadar, meditasi, dan pola hidup yang sehat dan seimbang), maka kita sebenarnya dapat menjadi bagian dari solusi masalah yang kita hadapi. Untuk gangguan atau penyakit yang serius seperti narcolepsy maupun apnea, kita harus berkonsultasi dengan dokter ahli, karena mengabaikan gangguan tersebut dapat berakibat fatal (mematikan) bagi penderita.






























BAB IV
PENUTUP

4.1    Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.    Istirahat bagi ibu nifas merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan karena untuk menjaga kesehatan ibu. Istirahat ini dapat berupa istirahat siang, istirahat malam dan tidur.
2.    Banyak larangan dikalangan masyarakat untuk larangan tidur di siang hari itu merupakan mitos belaka karena faktanya ibu nifas itu membutuhkan istirahat yang cukup salah satunya adalah tidur siang,karena jika tidak tidur siang maka ibu akan kekurangan istirahat dan tidur.
3.    Dampak dari kekurangan istirahat dan tidur adalah kesehatan ibu menurun. Bukan merupakan istirahat dan tidurnya yang dilarang melainkan kerja berat dari ibu nifas tersebut.

4.2    Saran
Untuk ibu yang baru melahirkan atau ibu dalam keadaan masa nifas, ibu harus memperhatikan kebutuhan ibu seperti istirahat dan tidur. Serta ibu harus rajin untuk melakukan senam nifas agar alat kandungannya cepat pulih kembali kedalam keadaan semula.
Dan dalam kalangan masyarakat yang sesungguhnya masih banyak kita temukan Pada masa nifas, ibu dilarang tidur siang. Pada kenyataanya jika ibu tidak istirahat dan tidur, ibu menjadi kurang istirahat dan tidur sedangkan pada masa nifas seorang ibu harus cukup istirahat dan mengurangi kerja berat karena tenaga yang tersedia sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu dan bayi dan dampak akan dilarangnya seorang ibu untuk tidur siang tidak ada.








DAFTAR PUSTAKA

Suhermi. 2009. PerawatanMasaNifas. Yogyakarta :Fitramaya
Ambarwati, Wulandari. 2009. AsuhanKebidananNifas. Yogyakarta :MitraCendikia
Pinem, saroha.2009. KesehatanReproduksidanKontrasepsi.Jakarta : Trans Info Media
Jones, Llewellyn. 2002. Dasar-dasarObstetridanGinekologi. Jakarta :Hipokrat
Bahiyatun. 2009. AsuhanKebidanannifas normal
Pusdiknakes.2003. AsuhanPost Partum.
Saifudin. 2002. BukuPanduanPraktisPelayanan Maternal dan Neonatal. Jakarta : YBPSP.
Wiknjosastro, Hanifa. 2006. IlmuKebidanan. Jakarta : YBPSP.   
Sumber: :
http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/07/kebutuhan-dasar-masa-nifas-istirahat.html#ixzz2D1Lbwi9Q




Penting .....









Kebutuhan Dasar Pada Ibu Nifas

     Istirahat dan Tidur













STIKES NU TUBAN
D-III KEBIDANAN









Health
Consultation


Istirahat dan tidur di butuhkan 8 jam pada malam hari dan 1-2 jam pada siang hari

Masalah-masalah dalam Tidur






·      Penyakit
·      Lingkungan
·      Motivasi
·      Kelelahan
·      Kecemasan
·      Alkohol
·      Obat-obatn

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN  NU TUBAN D-III KEBIDANAN
Jl. Diponegoro No. 17 Tuban,
Telp. 0356. 321287
HEALTH
CONSULTATION
Financial
Objectives
HEALTh
Solutions


a.       Regenerasi sel-sel tubuh yang rusak menjadi baru.
b.      Memperlancar produksi hormon pertumbuhan tubuh.
c.       Mengistirahatkan tubuh yang letih akibat aktivitas seharian.
d.      Meningkatkan kekebalan tubuh kita dari serangan penyakit.
e.       Menambah konsentrasi dan kemampuan fisik.

Mitos dan Budaya
Istirahat dan Tidur Bagi Ibu Nifas
Wanita hamil dan setelah melahirkan dilarang tidur siang
Mitos ini SALAH dan merugikan wanita hamil harus cukup istirahat, kurangi kerja berat. Karena tenaga yang tersedia waktu istirhat sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu dan bayi. (Bobak, 1998)

Istirahat dan tidur
merupakan kebutuhan
dasar yang mutlak harus
dipenuhi oleh semua
orang. Dengan istirahat
dan tidur yang cukup, tubuh baru dapat berfungsi secara optimal.


Jika Kurang istirahat dan Tidur, maka mempengaruhi :
   
  Mengurangi jumlah AS1 yang di        produksi
   Memperlambat proses involusio uterus dan meningkatkan perdarahan
   Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri.

a. Istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan.
b. Ibu kembali ke kegiatan kagiatan rumah tangga yang biasa tapi tidak berat.

INCOME ANALYSIS
STIKES NU TUBAN D III KEBIDANAN
Apa Istirahat dan Tidur ?
Pola Istirahat dan Tidur
Kegunaan atau Fungsi dari Istirahat dan Tidur Yang Cukup:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar